Fender Layangkan Somasi ke Yamaha Terkait Desain Stratocaster

Logo Fender dan Yamaha yang kini tengah berseteru soal hak cipta desain gitar.
Logo Fender dan Yamaha yang kini tengah berseteru soal hak cipta desain gitar.
Fender resmi mengirimkan surat somasi (cease-and-desist) kepada Yamaha terkait penggunaan tiruan bentuk bodi gitar ikonik Stratocaster di pasar Uni Eropa.

Raksasa alat musik Fender bikin heboh industri musik internasional setelah resmi melayangkan surat somasi atau cease-and-desist kepada Yamaha. Langkah tegas ini diambil Fender untuk menertibkan tiruan bentuk bodi gitar legendaris mereka, Stratocaster, yang beredar di pasar Uni Eropa. Yamaha kini menyusul deretan merek besar lain seperti PRS, LSL, dan Harley Benton yang sudah lebih dulu menerima surat serupa.

Pihak Yamaha sendiri telah memberikan konfirmasi resmi kepada Reuters terkait penerimaan surat teguran hukum tersebut. Kendati demikian, mereka masih enggan membeberkan model gitar mana saja yang dipermasalahkan oleh Fender. Saat ini, pabrikan asal Jepang itu menyatakan tengah mempertimbangkan matang-matang langkah hukum apa yang akan diambil selanjutnya.

Langkah agresif Fender ini langsung memicu reaksi keras dan penolakan dari komunitas pencinta gitar di seluruh dunia. Sontak, CEO Fender Bud Cole langsung menggelar pertemuan dengan para dealer dan menegaskan bahwa pihaknya tidak sedang menggugat siapa pun. Namun, pernyataan itu gagal meredam kontroversi karena publik menilai surat tersebut tetap mengandung ancaman hukum yang nyata.

Buntut dari perseteruan ini, distributor musik raksasa Thomann justru berbalik menggugat Fender demi melindungi sub-brand mereka, Harley Benton. Thomann mengaku pasang badan untuk mewakili produsen-produsen gitar kecil yang tidak memiliki biaya untuk bertarung di pengadilan. Mereka menuntut status hak cipta bodi Stratocaster diuji kembali secara mendalam di meja hijau.

Hingga kini, publik masih berspekulasi apakah seri gitar andalan Yamaha Pacifica ikut menjadi target dari somasi Fender ini. Mengingat ukuran perusahaan Yamaha yang jauh lebih besar daripada Fender, banyak pihak memprediksi Yamaha tidak akan tinggal diam. Mereka diprediksi bakal mengabaikan gertakan tersebut atau bahkan meluncurkan gugatan balik seperti yang dilakukan Thomann.